Memupuk Asa Menggapai Cita

Nurhilmiyah's Blog

Kamis, 10 Januari 2019

Hikmah Dari Setiap Kejadian

Saya tak mengira akan mengalami yang namanya off dari dunia maya selama dua hari penuh. Sebenarnya tidak masalah, malah bisa mengerjakan pekerjaan offline dengan fokus. Namun bersamaan dengan itu ada beberapa deadline yang mesti dipenuhi, dan semuanya memerlukan koordinasi dengan rekan.


Maka saat HP saya terendam air minum yang kebetulan isinya tertumpah hampir semua, saya jadi harap-harap cemas. bisakah kembali online dengan segera? Atau harus beli yang baru? Menuruti saran mahasiswa saya di kelas, smart phone yang basah bisa dikeringkan dengan cara menguburnya di dalam beras. Itu juga saya lakukan. Namun setelah satu setengah hari diletakkan dalam rice box dan saya coba hidupkan lagi, sensor sentuhan pembuka kunci tidak kunjung merespons.


Akhirnya dengan pertimbangan ingin praktis, suami menyarankan untuk membeli saja ponsel baru. Sebab banyak aktivitas kepenulisan yang saya lakukan di HP. Mau tidak mau saya harus berpisah dengan smartphone hadiah melahirkan anak keempat dari suami tercinta. Yang dibelikannya kurang lebih dua tahun lalu.


Lantas saya teringat suatu tuntunan yang pernah saya temukan dalam buku Purnama Madinah saat masih kuliah S1 dahulu. Bahwa jika ditimpa suatu kehilangan, setidaknya ada tiga hal yang mesti dilakukan agar saat ditimpa musibah pun, diri kita mampu menemukan maknanya.


Pertama, mengucapkan kalimat istirja' innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Karena semua berasal dari Allah SWT dan kembali lagi kepada-Nya.
Kedua, mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa. Ini sebuah peringatan dari Allah kepada saya agar lebih hati-hati dalam memelihara amanah memiliki ponsel pintar.
Ketiga, memohon kepada Allah agar diberi rezeki ganti yang baru. Allah Maha Pemberi Rezeki, mintalah pasti akan Ku-beri, firman-Nya.


Refleks saya jadi lebih tenang menjalani dua hari tanpa kegiatan daring. Semoga kedepannya saya lebih mawas diri dan tidak sepele terhadap "harta" yang telah Allah titipan. InsyaAllah.


#ODOPfor99days
#Day3


Label:

Senin, 31 Desember 2018

Year In Review Blog Challenge


Sumber Gambar: Canva

Selama tahun 2018, saya menghasilkan 141 artikel dan sebagian besar bertemakan parenting. Hal ini mengindikasikan saya memiliki kecenderungan menuliskan tentang pengasuhan.

Meski demikian tak bisa dipungkiri saya masih senang curhat di blog, hehe. Rasanya lega setelah menorehkan isi perasaan dalam blog pribadi. Blog berbeda dengan media sosial yang kesannya penuh sesak orang bersliweran. Jadi paling tidak, saya merasa sedikit terjaga privasinya jika curhat di blog.

Selain tema-tema pendidikan anak sendiri, blog saya juga memuat tema-tema motivasi. Ini terutama saya tujukan sebagai "self reminder" agar semangat saya terus terjaga setiap harinya.

Di samping itu blog juga saya manfaatkan untuk mengikuti berbagai macam lomba, kompetisi atau challenge seperti yang pernah diadakan Blogger Perempuan.

Alhamdulillah saya berhasil menulis selama tiga puluh hari non stop! Terus terang mengambil bagian dalam challenge-challenge seperti ini adalah salah satu bentuk upaya saya agar tetap konsisten mengisi blog.

Demikian reviu saya sepanjang tahun 2018 kemarin. Semoga di tahun 2019 saya masih konsisten dan aktif sebagai blogger. Sehingga target blogging yang sudah saya gariskan insyaAllah dapat direalisasikan sebaik-baiknya.

Salam literasi

#Yearinreviewblogchallenge
#2018
#bloggerperempuan

Jumat, 28 Desember 2018

Aliran Rasa Diklat Wali Kelas MIIPB7

Mengikuti diklat Wali Kelas Matrikulasi IIP Batch 7 ini terus terang saya kewalahan. Saya tak menduga bahwa menjadi observer tugasnya diperluas menjadi sangat banyak.

Saya pikir dengan menjadi observer, tugas saya hanya mengamati jalannya perkuliahan online di kelas matrikulasi. Seperti observer yang sudah-sudah di kelas-kelas yang saya ikuti. Hanya sebagai silent reader malah.

Mendaftar sebagai observer lalu di tengah perjalanan diklat nama WAG diubah menjadi wali kelas dengan setumpuk tugas yang nantinya mengharuskan saya online lebih lama. Sebenarnya saya masih bingung mengapa bisa seperti ini.

Namun saya masih berharap punya waktu untuk mengejar ketertinggalan saya dari member lain yang masih muda belia dan semangat-semangat itu. Agar bisa menyambung tangga untuk manjat ratusan chit-chat yang terkadang tidak mengenal stop meskipun pada hari libur tanggal merah!

Adapun to do list ke depannya saya:

1. Memahami dulu satu per satu materi diklat
2. Menerapkannya pada aplikasi gawai
3. Mengikuti setiap perkembangan yang ada dalam grup.

Demikian aliran rasa yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat memahami juga posisi saya saat ini. Ibu empat anak, tanpa ART, working mom sebagai dosen yang sedang menghadapi dua deadline upload proposal hibah internal dan pendamping pengusulan proposal karya tulis mahasiswa juga. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan saya. Aamiin Yra.

Rabu, 19 Desember 2018

Aliran Rasa Gamelevel 4

Ada rasa syukur, haru dan puas ketika bisa mengamati gaya belajar putra sendiri. Meskipun rasanya belum optimal, paling tidak saya memiliki bekal mengetahui bahwa Royyan merupakan tipe visual-kinestik.

Tentunya untuk sampai pada kesimpulan ini bukanlah hal yang instan. Ada proses beraktivitas bersama. Belajar bareng dan memperhatikan tindak-tanduk Royyan selama 17 hari kemarin.

Kedepannya saya dan suami berupaya untuk konsisten mendampingi anak-anak belajar. Agar kami semakin memahami gaya belajar mereka. Sehingga bisa menyesuaikan cara belajar yang adaptif juga bagi anak bergaya belajar seperti Royyan.

Jika telah tahu cara masuknya, insyaAllah akan semakin melejitkan kemampuan belajar dan kecerdasan anak. Dan tujuan menjadikan buah hati sebagai insan pembelajar, mudah-mudahan akan semakin terbentang luas. Amin.

Salam buprof

#aliranrasa
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Label:

Target Blogging 2019


Sumber gambar: Canva

Tahun 2018 akan berlalu, sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2019. Menapaki tahun anyar ada semangat yang juga berlipat. Menutup lembaran kisah di tahun yang lama dan memancangkan rencana dan tekad untuk lebih baik lagi di tahun depan.

Intinya tahun ini mesti lebih baik lagi dari tahun lalu. Dan tahun 2019 nanti harus menjadi tahun yang lebih baik pula dari 2018. Selain dari segi pola pikir, sikap, material dan perasaan, yang juga layak untuk diperhatikan sebagai blogger adalah apa saja target blogging di tahun depan.

Berikut target blogging saya:

1. Menulis dengan kualitas

a. Menulis dengan memperhatikan aturan penulisan

Mestinya nge-blog itu tidak asal tulis. Harus memperhatikan kaidah penulisannya. Sedari 2015 telah ada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Namun sayang, sepertinya hanya segelintir blogger yang mengindahkannya.

Sepengamatan saya, justru lebih banyak yang menulis sesuai dengan bahasa lisannya sehari-hari. Bahasa slank atau bahasa gaul. Mungkin untuk mendekatkan diri dengan pembacanya. Namun pernahkah berpikir siapa yang akan melestarikan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar kalau bukan rakyat Indonesia sendiri.

Relakah jika bahasa Indonesia yang kian terdesak oleh bahasa slank dan bahasa asing, hilang justru di tengah-tengah WNI-nya sendiri. Bahasa Indonesia tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Sungguh disayangkan.

b. Menulis yang enak dibaca

Penulis mana yang tidak ingin tulisannya menginspirasi banyak orang? Pasti semuanya ingin demikian. Masalahnya banyak orang tidak peduli. Yang dipentingkan sudah membuat tulisan. Titik.

Mestinya menulis itu yang mengalir, enak dibaca dan mudah dicerna. Di sinilah kecendekiaan si penulis dipertaruhkan. Tak akan bisa menjadi penulis yang baik, jika ia bukan pembaca yang baik. Semakin rajin membaca insyaAllah semakin bagus pula tulisannya.

2. Menulis blog menghasilkan uang

Tentunya hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli domain. Dengan membayar biaya tahunan maka kita memiliki nama sendiri misalnya kedepannya blog ini menjadi nurhilmiyah.com.

Setelah itu artikel-artikel saya akan menjangkau lebih banyak pembaca dan besar kemungkinan iklan komersial akan muncul di tampilan layar blog saya pada saat diselancari pembaca.

Demikian target blogging saya di tahun 2019. Tidak muluk-muluk, yang penting saya akan merealisasikannya sesuai dengan kemampuan sembari terus meningkatkan kualitas tulisan.

Salam literasi

#BPN30daychallenge2018
#bloggerperempuan

Label:

Selasa, 18 Desember 2018

Lima Situs Yang Sering Dikunjungi


Apa ya, situs yang sering saya selancari? Hmm, pasti tidak jauh-jauh dari pekerjaan saya. Yups, hari gini yang namanya informasi wara-wiri di depan mata. Kalau tidak selektif bisa-bisa kehilangan kendali dan akhirnya kontraproduktif dengan tugas pokok dan fungsi kita.

Berikut situs-situsnya:

1. Simlitabmas Kemenristekdikti

Berprofesi sebagai dosen mengharuskan saya tetap update dengan informasi seputar program di Kementerian Ristekdikti. Untuk itu saya berusaha sering mengunjungi situs ini. Meski cuma membaca-baca sekilas pengumuman terbaru.


Sumber gambar: Simlitabmas.ristekdikti.go.id

2. LLDikti Wilayah 1 Medan

Setali tiga uang dengan Simlitabmas, saya pun selalu membuka situs ini. Sebab L2dikti yang dulu bernama Kopertis ini merupakan perpanjangan tangan dari Kemenristekdikti. Bisa disebut L2dikti adalah instansi induk dosen dpk (dipekerjakan) seperti saya. Biasanya ada info workshop/pelatihan di sini.


Sumber gambar: lldikti.ristekdikti.go.id

3. LP2M UMSU

Ini sering dibuka apalagi saat masa-masa upload proposal penelitan hibah internal UMSU. Tapi kalau di waktu normal suka baca-baca juga. Sebab ada kabar terkini mengenai dana seminar atau insentif karya ilmiah. Kan lumayan jerih payah dosen membuat tulisan bisa diganti.


Sumber gambar: lppm.umsu.ac id

4. Umsu.ac.id

Wah, kalau ini wajib ya, sebab e-learning kan bukanya dari sini. Meski demikian banyak berita-berita seputar kampus yang didapatkan update-nya di situs ini. Makanya saya mesti sering-sering ke sini.


Sumber gambar: umsu.ac.id

5. Bloggerperempuan.co.id

Nah, yang ini mesti ada ya. Sebab BPN hadir sebagai penyeimbang informasi yang saya terima. Tentunya ada rasa jenuh jika harus membaca postingan tentang dosen dan kampus terus menerus. So, sebagai perempuan dengan beragam perannya dalam kehidupan ini, kalau baca-baca info dari BPN, insyaAllah lebih berwarna dan beragam.


Sumber gambar: Bloggerperempuan.co.id

Demikianlah 5 (lima) situs yang kerap saya browsing. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca ya. Nah, silakan tinggalkan komen untuk saling berbagi tentang situs yang sering dikunjungi ya. Terima kasih.

Salam literasi

#BPN30daychallenge2018
#bloggerperempuan


Senin, 17 Desember 2018

If I Get 100 Million, What Should I Do?




Sumber Gambar: Canva

Berandai-andai itu dilarang dalam Islam. Disebut sebagai peluang masuknya setan. Sebab dengan mengkhayal mendapatkan sesuatu itu kita bisa saja jadi tidak mensyukuri kondisi riil saat ini. Selain itu, berandai-andai menyebabkan tidak produktif. Karena mengambil waktu seseorang untuk melamunkan sesuatu, kegiatan yang bisa dibilang sia-sia.

So, mengapa saya mau ya menuliskan tentang hal ini? Saya tidak sedang berandai-andai, namun menuliskan apa saja yang akan saya lakukan jika memperoleh yang seratus juta rupiah. Ehm, tampak sama saja ya... yah, rasakan saja bedanya, hehe.

1. Daftar haji sekeluarga

Wah, iya dong... kalau sumbernya halal lagi baik, kenapa tidak dialokasikan ke tujuan yang baik pula. Misalnya saya memenangkan hibah penelitian 100 juta, meski tidak seratus persen menjadi hak peneliti, paling tidak bisa untuk memesan seat kuota haji.

Atau,

2. Lanjut studi S3

Meneruskan pendidikan ke jenjang tertinggi idealnya dengan beasiswa. Sebab jika dengan biaya sendiri cukup menguras isi kantong. Nah, plan B mana tahu saya tidak berhasil lulus seleksi beasiswa, maka jika punya uang seratus juta, bisalah buat bayar SPP doktor beberapa semester.

Atau,

3. Tambahan buat membangun/merenovasi rumah

Uang seratus juta itu tidak cukup kalau untuk membangun rumah. Kata suami saya yang berlatar belakang arsitek, minimal perlu 150 juta untuk membangun pondasi dan rumah berbentuk kotak dulu. So, kalau dapat duit 100 juta, ya bisalah buat tambahan renovasi rumah.

Atau,

4. Jalan-jalan keliling Indonesia

Sebelum menjelajahi manca negara, ada baiknya jalan-jalan dulu ke setiap sudut Wonderful Indonesia. Sekeluarga ke Sabang, Padang, Bandung, Jakarta, Jogja, Bali, Raja Ampat dan tempat-tempat indah di negeri sendiri. Jangan sampai kita lebih tahu lokasi wisata di negeri orang daripada tempat-tempat rekreasi yang tak kalah indah di tanah air beta.

Atau,

5. Dana tambahan pendidikan anak-anak

Nah, sebenarnya ini yang sangat penting. Sebab anak-anak adalah generasi penerus orang tuanya dan mereka akan hidup di masa depan yang penuh persaingan. Maka sejak dini mestinya diniatkan untuk menyekolahkan mereka ke jenjang setinggi-tingginya. Untuk itu diperlukan dana yang tidak sedikit. Kalau mendapat uang 100 juta, sangat baik bila ditabung untuk biaya kuliah buah hati.

Demikianlah opsi-opsi kalau saya mendapatkan uang 100 juta. Semoga dapat menjadi referensi bagi pembaca ya.

Salam literasi

#BPN3pdaychallenge2018
#bloggerperempuan

Label:

Minggu, 16 Desember 2018

Produk Kosmetik Yang Digunakan Dan Direkomendasikan

Sebagai seorang perempuan pastinya wajar jika perhatian dengan perawatan kecantikan dirinya. Bagian wajah yang pertama kali dan yang paling mudah dilihat terkadang memerlukan sentuhan kosmetik. Meski tetap sesuai tuntutan Islam, bahwa berhias secantik mungkin itu demi suami tercinta.


Sumber Gambar: Canva

Berikut 5 (lima) produk kecantikan yang saya gunakan sehari-hari dan sepertinya bagus untuk direkomendasikan:

1. Garnier Moisturizer


Sumber gambar: Garnier.com

Sebelum mengaplikasikan foundation saya biasa melembabkan kulit wajah terlebih dahulu. Saya menggunakan pelembar Garnier. Selain ringan di wajah, moisturizer ini mampu mencerahkan dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

2. Wardah Foundation


Sumber gambar: Wardahbeauty.com

Setelah memakai pelembab saya menggunakan Wardah everyday luminous liquid foundation nomor 1 (beige). Rasanya kulit muka mendadak mulus seketika pakai ini. Perhatikan juga kesesuaian warna kulit leher. Sebaiknya tipis-tipis saja mengaplikasikannya, sebab bila dipakai terlalu tebal dikhawatirkan menjadi seperti bertopeng.

3. Wardah Intense Matte Lipstick


Sumber gambar: Wardahbeauty.com

Agar wajah tidak kelihatan pucat, saya memulaskan lipstik ini. Selain membuat wajah menjadi lebih hidup dan lebih cerah, menggunakan pemulas bibir dapat membantu memelihara kelembaban kulit bibir yang sensitif. Saya sendiri penyuka warna-warna lipstik yang natural dan tidak menor. Sebab jangan sampai kita berdandan di luar rumah secara berlebihan.

4. Bedak tabur Marcks


Sumber Gambar: Lazada.co.id

Bedak Marcks ini termasuk produk yang melegenda. Sejak zaman kuliah dulu saya suka pakai bedak tabur ini. Selain lembut, bedak Marcks sangat bersahabat dengan kulit mudah berjerawat seperti saya. Meski tak lagi jerawatan seperti waktu SMP silam, sehari-harinya saya tak lupa menggunakan bedak ini.

5. Wardah Lightening Two Way Cake


Sumber Gambar: Priceprice.com

Saya juga sudah lama memakai two way cake ini. Bahkan punya dua buah. Satu buat di dalam tas, jadi dibawa kemana pun saya pergi, satu lagi buat di rumah. Kalau habis saya beli refill-nya. Hasi aplikasinya memuaskan. Wardah Lightening Two Way Cake ini memang jodohnya Wardah Everyday Luminous Liquid Foundation.

Okay, itulah lima produk kecantikan yang saya gunakan dan tentunya tak salah kalau Anda coba juga memakainya. Atau, malah duluan pembacanya nih yang pakai, hehe... yuk, sharing di kolom komentar.

Salam literasi

#BPN30daychallenge2018
#bloggerperempuan

Label:

Sabtu, 15 Desember 2018

Lima Kebahagiaan Sederhana


Sumber Gambar: dok. pribadi

Bisa dikatakan inilah tema yang paling saya suka. Mudah, simpel dan menyenangkan menuliskannya. Bahagia itu letaknya di hati. Datangnya diciptakan sendiri. Tidak tergantung orang lain, tak perlu membanding-bandingkan dengan yang dimiliki orang lain.

Bagi saya, inilah 5 (lima) kebahagiaan sederhana:

1. Bisa berkumpul bersama (full team)

Hampir dua tahun ini putri sulung kami belajar di pesantren. Selama itu pula ia tidak lagi tinggal serumah dengan saya. Rasanya campur aduk, anak yang biasanya dari pagi hingga pagi lagi bisa kapan saja dilihat dan berinteraksi dengannya, kini berjarak.

Kami bisa mengunjunginya hanya di setiap akhir pekan. Maka saat-saat ia pulang liburan seperti saat ini adalah waktu yang dinanti-nantikan. Biasanya kami berenam tidur kruntelan di satu kamar. Nonton TV bersama, dan becanda bareng menjadi satu full team, meski cuma sederhana seperti itu, rasanya bahagia sekali.

2. Saya dan suami tidak menjalani LDR/LDM lagi

Empat tahun sudah kami LDR-an. (Long Distance Relationship / Long Distance Marriage). Senin sampai Jumat suami menghabiskan waktunya di kota tempat ia bekerja. Lalu setiap malam Sabtu sampai Senin dini hari ia pun berangkat kembali ke kota yang berjarak 180 kilometer dari kota tempat kediaman kami.

Sejak empat bulanan ini turun SK mutasi suami kembali ke instansi di kota kami. Alhamdulillah wa syukurillah, rasanya bahagia sekali. Ada yang menolong angkat galon air minum, memasangkan regulator gas, bantu mengajari anak-anak belajar dan buat PR. Dan tentunya ada tempat curhat dan sharing setiap harinya. Sungguh ini kebahagiaan yang tak ternilai harganya bagi kami. Terima kasih ya Allah.

3. Selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat

Jika saya, suami dan keempat anak kami dalam kondisi prima, sehat, ceria, itu merupakan kebahagiaan yang wajib selalu kami syukuri. Rasanya tidak ada yang lebih berharga selain kesehatan keluarga. Semoga kedepannya kami senantiasa dalam keadaan sehat, panjang umur dan murah rezeki. Lho, kaya' doa ultah ya, hehe.

3. Ada rezeki pada saat dibutuhkan

Uang itu datang dan pergi. Maka ketika membutuhkan untuk membayarkan sesuatu lalu uangnya kebetulan ada, wow rasanya bahagia sekali. Rezeki itu yang dimakan, yang diminum dan yang dipakai.

Kalau ingin tahu seberapa besar rezeki kita setiap bulannya. Ceklah pengeluaran. Yang sudah dibelanjakan itulah rezeki kita. Yang masih berupa tabungan, belum tentu juga menjadi rezeki kita. Lagi butuh pas ada, itulah salah satu kebahagiaan sederhana.

4. Tidak terjebak macet dan ketemu lampu hijau di jalan

Ini sangat sederhana. Saat ingin sampai di tempat tujuan dengan cepat, lalu tiba-tiba koq jalanan yang biasanya macet, mendadak ramai lancar. Ditambah lagi di persimpangan ketemu lampu hijau, Alhamdulillah rasanya bahagia.

5. Melihat suami makan masakan saya dengan lahapnya dan nambah lagi

Jadwal mengajar saya di semester ini lumayan bersahabat. Dalam seminggu hanya satu kali saja saya tidak bisa memasak. Sebab mesti mengejar jam masuk pagi sekali yaitu 7.30 WIB.

Sebenarnya sih bisa diakali dengan masak pada malam harinya atau bangun saat jam sahur. Berhubung pada tengah malam kadang-kadang saya terbangun sebab si bungsu merengek minta disusui, jadilah saya harus realistis membagi waktu dan tenaga.

Setelah saya menyiapkan hidangan di meja makan, saya pun bergegas ke kampus. Nah, pukul 12 suami saya pulang ke rumah. Kadang saya duluan yang sampai rumah, kadang beliau. Maka kalau ia terlebih dahulu sampai. Saya pun menyaksikan pemandangan yang sangat membahagiakan hati.

Suami makan dengan lahapnya plus nambah satu piring lagi. Hati siapa yang tidak merasa puas jika makanan yang telah susah payah dimasak, mengejar waktu pula, lalu dinikmati sampai nambah-nambah. Rasanya capek membuatnya hilang seketika berganti dengan bahagia.

Demikianlah kebahagiaan sederhana bagi saya. Sebenarnya masih banyak lagi. Bisa melihat matahari lagi hari ini, itu juga bahagia sederhana. Bisa memandang bunga-bunga hasil tanaman kita mekar, itu juga bahagia. Bahagia itu di hati, kita rasakan, kita yang menciptakan. So, jangan lupa bahagia.


Salam literasi

#BPN30daychallenge2018
#bloggerperempuan


Label:

Visual Kinestetik

Alhamdulillah rangkaian ujian semester Faqih Ahmad Royyan telah berhasil dilewati selama seminggu ini. Ikhtiar belajar dan menjawab soal sudah dilaksanakan. Perkara hasil urusan Allah SWT.

Senang sekali bisa mendampingi belajar bersama dengan Royyan dan Ririn. Berbagi tugas dengan suami.

Meski dikerjakan sambil momong Rausyan, saya merasa bersyukur bisa mengamati gaya belajar anak-anak terutama Royyan.

Kesimpulan sementara yang dapat saya tarik berdasarkan pengamatan gaya belajar Royyan selama tujuh belas hari ini, Royyan lebih dominan visual-kinestetiknya.

Mungkin saja kedepannya ada perubahan gaya, insyaAllah akan diamati terus.

Salam buprof

#day17
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Label:

Jumat, 14 Desember 2018

Royyan Di Hari Terakhir Ujian Semester

Alhamdulillah sampai juga Bang Royyan di hari terakhir ujian semesternya. Hari ini mata ujian yang diujikan Matematika Bahasa Inggris. Matematika belajar sama ayah, Bahasa Inggris belajar sama umi.

Setelah selesai bahas soal dengan ayah, Royyan bergeser ke saya. Sayangnya si bungsu Rausyan sedang minta perhatian. Sedari sore tadi matanya mulai belekan. Ada iritasi mata sepertinya. Maklum Rausyan saya bawa setiap hari ke rumah penitipannya.

Mungkin terpapar polusi udara di jalan. Sebab tempat penitipannya keluar masuk gang sempit, saya tidak bisa menjangkaunya dengan mobil. Jadi demi melihat saya kerepotan meladeni adiknya yang mendadak jadi rewel, Royyan menutup bukunya.

"Bang, ayo kita belajar", ajak saya.
"Udahlah Mi, gak usah aja abang dah bisa kalau Bahasa Inggris", jawabnya yakin.

Saya tersenyum mengelus kepalanya. "Umi doakan Abang yang lancar menjawab soal-soal ujiannya ya, Nak."

Maka saya tidak bisa mengamati gaya belajarnya pada pelajaran kesukaan kami berdua, bahasa Inggris.

Saat belajar menghitung bersama ayahnya tadi, sekilas saya melirik mereka berdua membaca topik pelajaran yang menjadi bahan ujian (visual).

Lalu mendengar ayahnya menyuruh langsung mengerjakan soal-soal (auditori). Royyan pun tampak serius dengan latihannya (kinestik).

Allahumma najjih bunayya Faqih Ahmad Royyan fil imtihanihi. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Salam buprof

#day16
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Label: